Count Down OpenSuse 11.1
WORO - WORO…….. Bagi penggemar OpenSuse (seperti saya) ntar lagi bakalan dirilis seri 11.1 tanggal 18 Desember 2008. Previewnya bisa dilihat disini dari beberapa previewnya sih versi teranyar ini bakalan menggunakan Desktop KDE 4.1.3 tapi kalo pengen yang versi 3.5 masih disediakan koq dan GNOME 2.24.1. Installernya “katanya” memiliki partitioner yang sudah dikembangkan lebih lanjut yang mempermudah user untuk memanage partisi hardisknya.
yang asik juga sudah tersedia OpenOffice 3.0 yang sudah bisa membuka file yang digenerate Microsoft Office 2007 (docx,xlsx,pptx, dan x x yang lainnya) –kabar burung nya sih setelah microsoft didesak untuk membuka kode ekstensi anyar itu — dan penambahan aplikasi yang bernama Tasque (semacam aplikasi to-do list) dan bisa bersinkronisasi dengan Milk dan Evolution.
Semoga repository versi baru ini semakin lengkap (terutama game dan aplikasi senang2 ) soale sering iri liat Ubuntu yang pilihan game di reponya yang banyak….
bagi teman2 yang pengen masang applet countdown berbahasa Indonesia bisa mengcopy script dibawah ini yang saya dapatkan dari Pak Vavai — Terima kasih sekali om…..
Ukuran Kecil
<a href=”http://en.opensuse.org/openSUSE_11.1?><img src=”http://counter.opensuse.org/11.1/small.id” /></a>
Ukuran Sedang
<a href=”http://en.opensuse.org/OpenSUSE_11.1?><img src=”http://counter.opensuse.org/11.1/medium.id”/></a>
Ukuran Besar
<a href=”http://en.opensuse.org/OpenSUSE_11.1?><img src=”http://counter.opensuse.org/11.1/large.id”/></a>
Selain itu untuk versi Bahasa Inggrisnya juga ada, saya ambil dari situsnya OpenSuse
Ukuran Kecil
<a href=”http://en.opensuse.org/openSUSE_11.1″><img src=”http://counter.opensuse.org/11.1/small” border=”0″/></a>
Ukuran Sedang
<a href=”http://en.opensuse.org/openSUSE_11.1″><img src=”http://counter.opensuse.org/11.1/medium” border=”0″/></a>
Ukuran Besar
<a href=”http://en.opensuse.org/openSUSE_11.1″><img src=”http://counter.opensuse.org/11.1/large” border=”0″/></a>
Mengamankan Centos 5 dengan Sudo dan Disable root login
Cara ini saya pakai ketika kepingin pake Sudo kaya Ubuntu yang secara default tidak ada akses secara langsung ke root biar para admin memiliki akse sendiri2 ke mesin dan memudahkan kita untuk melihat log dari tiap user yang bertanggungjawab terhadap mesin
Langkahnya seperti ini :
Login sebagai Root
Untuk meng-enable sudo lakukan langkah berikut
masuk ke lokasi file sudo, jalankan perintah di bawah ini :
/usr/sbin/visudo
baris yang didahului dengan tanda # menunjukkan bahwa konfigurasinya diabaikan. Buang tanda # pada baris dibawah ini :
# %wheel ALL=(ALL) ALL menjadi seperti ini %wheel ALL=(ALL) ALL
dengan menghilangkan # pada awal baris mengindikasikan setiap user yang berada dalam group wheel bisa menggunakan sudo untuk menjalankan apapun dari manapun.
Masukkan account yang akan melakukan sudo dalam group wheel. Dalam contoh ini nama user adalah pemula ketik perintah berikut di konsole :
gpasswd -a pemula wheel
Sekarang user pemula bisa melakukan sudo
disable root account, hal ini bisa dilakukan dengan mengunci password root
perintahnya :
passwd -l root
referensi : http://edipage.wordpress.com/2008/09/30/quickly-secure-centos-5-by-enabling-sudo-disabling-root-and-limiting-access/
Sepeda masih sebagai alat transportasi Kelas dua
Pagi ini saya memarkir sepeda di Parkiran MIPA Universitas Brawijaya, disamping sepeda motor dan rim/velg depan dirantai dengan besi yang melintang di sepanjang parkiran. Walaupun itu tempat parkir sepeda motor tetep aja aku taruh sana secara ga ada tempat buat parkiran sepeda dan aku pikir sepeda dan sepeda motor bentuknya secara konsep sama, alokasi makan tempatnya lebih sedikit dari motor, dan bedanya cuman di Mesin dan dengkul. Maka pagi itu saya langsung berjalan ke “tempat nongkrong”. Sekitar jam setengah 11 pas mau ambil sepeda betapa kagetnya aku ketika tempatku markir sepeda diserobot oleh sepeda motor (ga tau nih kerjaanya yang punya sepeda motor apa tukang parkirnyaaa ?? ) dan posisi sepedaku miring ga karuan. aseeemmmm….. mau marah ya marah ke siapa??
Setelah kejadian tadi pagi aku kembali tersadar bahwa bagaimanapun sepeda masihlah alat transportasi Kelas dua yang walau bagaimanapun tetap “dianggap” tidak lebih baik daripada sepeda motor kelas kecoak yang asapnya bikin sesak nafas.
Buat para penguasa negeri ini dan Universitas Brawijaya Khususnya tolong hargailah kami yang bertransportasi menggunakan sepeda biar kejadian di atas tidak terjadi pada sepeda-sepeda lainnya
*curhat mode = on *
Top Twenty Most Viewed My Site’s Articles of The Year
Dengan artikel yang paling cepat mendapatkan Hit Counter adalah Diriku, Sekarang….
Silahkan klik gambar diatas untuk lebih jelas
Linus Torvalds
Dikutip secara penuh dari http://id.wikipedia.org/wiki/Linus_Torvalds sebagai referensi kita bersama dan menyelami kerendahan hati sang Founding Father LINUX
Linus Benedict Torvalds (lahir 28 Desember 1969 di Helsinki, Finlandia) adalah rekayasawan perangkat lunak Finlandia yang dikenal sebagai perintis pengembangan kernel Linux. Ia sekarang bertindak sebagai koordinator proyek tersebut.
Linux terinsipirasi oleh Minix (suatu sistem operasi yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum) untuk mengembangkan suatu sistem operasi mirip-Unix (Unix-like) yang dapat dijalankan pada suatu PC. Linux sekarang dapat dijalankan pada berbagai arsitektur lain.
Ketika Linus Torvalds, seorang mahasiswa Finlandia pendiam membagi-bagikan kode sumber (source code) kernel Linux seukuran disket via internet di tahun 1991, ia sama sekali tidak menduga bahwa apa yang dimulainya melahirkan sebuah bisnis bernilai milyaran dolar di kemudian hari.
Ia bahkan tidak menduga Linux kemudian menjadi sistem operasi paling menjanjikan, yang bisa dibenamkan ke dalam server, komputer desktop, tablet PC, PDA, handphone, GPS, robot, mobil hingga pesawat ulang alik buatan NASA.
Tidak hanya itu, banyak maniak Linux (Linuxer) yang membeli perangkat buatan Apple dan mengganti sistem operasinya dengan Linux. Bagi saya itu sedikit gila, mengingat menghapus sistem operasi Mac & iPod berarti membuang duit dan menggantinya sistem operasinya cukup sulit dibanding desktop berbasis Windows. Saat ini 20% pangsa pasar desktop di seluruh dunia menggunakan Linux jauh di atas Machintosh dan terus mengejar desktop Windows. Dan 12,7% server di seluruh dunia menggunakan Linux, jauh di atas UNIX, BSD, Solaris, dan terus meningkat menggerus pangsa pasar server Microsoft.
Saat ini Linus meninggalkan posisi menjanjikan di perusahaan semi konduktor Transmeta dan tinggal bersama istri dan 3 anaknya di sebuah bukit di desa di Portland, Oregon, USA, berdekatan dengan markas Open Source Development Labs. Organisasi nirlaba ini diawaki oleh 20-an programmer yang punya gairah hampir sama dengan Linus. Mereka terus mengembangkan kernel Linux yang kini berukuran 290-an MegaBytes atau melebihi 9 milyar baris kode. Linux beserta timnya menerima masukan baris-baris kode dari seluruh penjuru dunia, menyortir, menetapkan skala prioritas dan memasukkan gagasan paling brilian ke dalam kernel. LSD sendiri disokong oleh puluhan raksasa IT seperti IBM, HP, Dell dan Sun, baik dari sisi materi maupun sumber daya manusia.
Linus bukan orang pertama yang membagi-bagikan source code karena pola ini adalah hal yang biasa di masa awal tumbuhnya industri komputer. Tapi Linus sukses menetapkan standar yang memaksa banyak pengembang ikut membebaskan kode sumber program mereka, mulai dari BSD, Solaris, Suse, Java hingga Adobe.
Meski hanya bergaji ratusan ribu dolar pertahun, Linus telah menciptakan banyak multimilyuner dalam industri komputer mulai dari RedHat, Suse, Debian, Mandriva, Ubuntu dan banyak developer software open source lainnya. Hampir tak ada yang berubah dari Linus. Ketika ia datang terlambat di suatu konferensi IT, ia bahkan tak segan-segan duduk di lantai dengan celana pendek dan sepatu-sandal kesukaannya. Ia bahkan tidak marah tatkala memberikan pidato di mimbar dan diinterupsi oleh beberapa programmer BSD yang maju ke depan panggung yang mengklaim bahwa kernel BSD jauh lebih hebat ketimbang kernel Linux. Ia bahkan tidak segan-segan memakai T-Shirt BSD yang disodorkan pemrotes dan melanjutkan pidatonya.
Menurut Linus, apa yang dilakukannya hanyalah untuk berbagi. Berbeda dengan Richard M Stallman yang fanatik dengan konsep free software, Linus hanya menekankan sisi keterbukaan (open), tak peduli apakah kemudian dalam suatu sistem operasi bercampur program free dan proprietery.
Setiap kata-kata Linus hampir menjadi sabda di kalangan Linuxer yang menciptakan standar nilai tertentu. Setiap publikasi, pidato, email dan press releasenya selalu ditunggu-tunggu jutaan orang. Di sela kesibukannya, Linus menyempatkan diri bersepeda menuruni bukit dan minum di bar desa. Bila ada nabi dalam dunia komputer, bisa dipastikan itu Linus (dan Steve Wozniak). Dan setannya tentu Bill Gates ![]()
